Kalau saja marah, sumpah serapah, dan caci maki itu bisa menyelesaikan persoalan
Maka tentulah itu yang akan terjadi saat ini
Akan tetapi....
Setelah semua energi terkuras untuk amarah dan dendanm
Kelegaan hanya terasa sesaat
Sedangkan galau tak juga pergi
dan yang mengganjal itu tetap saja ada
Wednesday, November 04, 2015
Sunday, May 17, 2015
Bermudah-mudah dalam urusan agama?
[Al-Baqarah: 185]
Hari masih pagi dan matahari terlihat mengintip malu-malu. Angin msuim gugur di bulan November yang semalam memporak-porandakan sepeda yang terparkir sepanjang jalan, hari ini menjadi sedikit bersahabat, meski dinginnya terasa menusuk pori-pori wajah. Hari ini terasa lebih spesial karena sejak menginjakkan kaki di negeri tulip bulan September lalu, ini pertama kalinya saya berkunjung ke Utrecht, sdekitar 1 jam jika ditempuh dengan kereta dari Arnhem, kota di mana saya tinggal.
Berkeliling di sekitar centrum Utrecht bersama dua orang teman dari asrama sangat menyenangkan. Saya tidak pernah berhenti dibuat kagum oleh arsitektur bangunan yang telah berumur ratusan tahun, atau sekedar melihat model rumah khas negeri kincir angin. Menikmati perjalanan menyusuri kanal, atau sekedar duduk menikmati secangkir coklat panas di antara dinginnya terpaan angin, membuat diri terlena sehingga lupa akan waktu.. Lalu..... Astaghfirullah, saya belum lagi shalat Dzuhur!
.
Tuesday, September 16, 2014
Balada si Buah Jodoh
Apa? Buah jodoh?
Salah seorang ibu jama’ah haji berkata, “Iya buah jodoh.”
“Memang buat apa, bisa dimakan?”
“Itu bukan untuk dimakan.” Tegas si Ibu.
“Lalu?”
“Ya... disimpan saja.”
“Buat apa bu?”
“Buat anakku, disimpan di lemari pakaiannya, semoga dimudahkan jodohnya.”
Tuesday, August 05, 2014
Mengembalikan Peran Ibu
Keriunduan untuk berbincang dengan seorang teman lama membuatku meneleponnya. Perbincangan yang semula ringan akhirnya berubah serius ketika berbicara tentang pendidikan anak.
“Haruskah pendidikan itu mahal? Aku ingin yang terbaik untuk anak-anakku. Aku tidak ingin mereka masuk sekolah negeri biasa di mana pergaulan cenderung tak terkontrol dan mereka belajar segala hal yang bahkan tidak ada manfaatnya ketika mereka dewasa. Aku ingin anakku mendapatkan pendidikan agama yang baik di sekolah, ingin memasukkan mereka ke SDIT dengan basis agama yang kuat. Tapi apakah harus semahal itu? Apakah pendidikan agama yang baik itu hanya milik orang mampu saja?” Keluhnya.
Monday, March 31, 2014
Kemana Lagi Aku Harus Meminta
Judul: Ke Mana Lagi Aku Harus Meminta
Pemater: Dr. Syafiq Reza Basalamah (hafidzahullah)
Ukuran/format: 21,7 MB/Mp3
Durasi: 01:34
sumber: Assunnahfm.Com
sumber: Assunnahfm.Com
Betapa sering kita, ketika ditimpa kesusahan, berusaha untuk mencari bantuan manusia terlebih dahulu. Ketika sakit, yang pertama kali terlintas adalah dokter. Ketika ditimpa musibah, kegundahan, maka pertama kali yang kita hubungi adalah kelurga atau teman dekat tempat mencurahkan isi hati. Bukankah ketika dilanda kesusahan, yang pertama kali dihubungi adalah si fulan atau fulanah yang diyakini dapat membantu? Padahal manusia adalah lemah, tak mampu melakukan apa-apa, kecuali apa yang Allah kehendaki baginya.
Subscribe to:
Posts (Atom)


