Showing posts with label Reflective Journal. Show all posts
Showing posts with label Reflective Journal. Show all posts

Wednesday, November 04, 2015

Bila Sabar tak Berbatas....

Kalau saja marah, sumpah serapah, dan caci maki itu bisa menyelesaikan persoalan
Maka tentulah itu yang akan terjadi saat ini
Akan tetapi....
Setelah semua energi terkuras untuk amarah dan dendanm
Kelegaan hanya terasa sesaat
Sedangkan galau tak juga pergi
dan yang mengganjal itu tetap saja ada

Sunday, May 17, 2015

Bermudah-mudah dalam urusan agama?


“...Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu...”
[Al-Baqarah: 185]

Hari masih pagi dan matahari terlihat mengintip malu-malu. Angin msuim gugur di bulan November yang semalam memporak-porandakan sepeda yang terparkir sepanjang jalan, hari ini menjadi sedikit bersahabat, meski dinginnya terasa menusuk pori-pori wajah. Hari ini terasa lebih spesial karena sejak menginjakkan kaki di negeri tulip bulan September lalu, ini pertama kalinya saya berkunjung ke Utrecht, sdekitar 1 jam jika ditempuh dengan kereta dari Arnhem, kota di mana saya tinggal.

Berkeliling di sekitar centrum Utrecht bersama dua orang teman dari asrama sangat menyenangkan. Saya tidak pernah berhenti dibuat kagum oleh arsitektur bangunan yang telah berumur ratusan tahun, atau sekedar melihat model rumah khas negeri kincir angin. Menikmati perjalanan menyusuri kanal, atau sekedar duduk menikmati secangkir coklat panas di antara dinginnya terpaan angin, membuat diri terlena sehingga lupa akan waktu.. Lalu..... Astaghfirullah, saya belum lagi shalat Dzuhur! .

Tuesday, September 16, 2014

Balada si Buah Jodoh

Salah satu buah yang paling banyak dicari oleh jama’ah haji Indonesia (atau mungkin Cuma SULTRA ya?) adalah buah jodoh. Dua tahun lalu pertama kalinya saya mendengar nama itu.
Apa? Buah jodoh?

Salah seorang ibu jama’ah haji berkata, “Iya buah jodoh.”

“Memang buat apa, bisa dimakan?”

“Itu bukan untuk dimakan.” Tegas si Ibu.

“Lalu?”

“Ya... disimpan saja.”

“Buat apa bu?”

“Buat anakku, disimpan di lemari pakaiannya, semoga dimudahkan jodohnya.”

Tuesday, August 05, 2014

Mengembalikan Peran Ibu

Keriunduan untuk berbincang dengan seorang teman lama membuatku meneleponnya. Perbincangan yang semula ringan akhirnya berubah serius ketika berbicara tentang pendidikan anak.

“Haruskah pendidikan itu mahal? Aku ingin yang terbaik untuk anak-anakku. Aku tidak ingin mereka masuk sekolah negeri biasa di mana pergaulan cenderung tak terkontrol dan mereka belajar segala hal yang bahkan tidak ada manfaatnya ketika mereka dewasa. Aku ingin anakku mendapatkan pendidikan agama yang baik di sekolah, ingin memasukkan mereka ke SDIT dengan basis agama yang kuat. Tapi apakah harus semahal itu? Apakah pendidikan agama yang baik itu hanya milik orang mampu saja?” Keluhnya.

Tuesday, October 15, 2013

Seberapa Penting Sebuah HP?

Gara-gara membaca status seseorang, saya jadi teringat ingin menulis sesuatu tentang HP

Bebeapa waktu yang lalu seorang teman berkomentar tentang HP-ku yang terlalu amat sangat sederhana., alias cuma bisa telpon dan sms-an, “Ganti napa ma, paling tidak yang bisa internetan biar bisa ngobrol di whatsapp atau yang bisa BBM-an sekalian.”

Bukan tidak ingin, tapi kalau hanya buat ngobrol masih bisa lewat TM-an lebih asyik, bisa di YM seperti jaman dahulu kala dengan layar penuh di laptop sambil membaca artikel lainnya tanpa harus memincingkan mata mencermati tulisan mungil. Lumayan kan, di laptop bisa sambil kerja dan menjadi selingan ketika jenuh. Saya sendiri tergolong orang yang addicted terhadap internet. Tanpa koneksi internet rasanya mati gaya.

Dulu pernah merasakan, HP yang bisa internetan, yang hanya dalam periode beberapa minggu sudah berpindah tangan ke maling. Yah, yang sedikit mahal memang lebih sering jadi jatahnya maling! Jadi rasanya lebih aman dan nyaman dengan yang satu ini

HP bagiku hanya sebuah alat komunikasi seperlunya. Teringat dulu waktu masih bekerja sebagai interpreter untuk EU Long Term Observer for Indonesia 1st Ellection, Sang Observer marah-marah karena beberapa kali telpon pas hari minggu HP tidak diangkat. Ya jelas lah... di rumah HP lebih sering ditinggal di dalam kamar, jadi kalau beraktivitas di luar kamar dia tinggal dengan nyaman di bawah bantal, karena fungsinya hanya untuk alarm. “Next time just lock your mobile in your wardrobe!” katanya kesal.

Sekali lagi, HP bagiku hanyalah salah satu alat komunikasi yang menunjang kegiatan sehari-hari. Sangat penting, tapi ada batasannya. Sejujurnya saya agak heran melihat orang yang sehari-harinya hampir tidak lepas dari HP/BB. Di angkot, waktu dihabiskan dengan menunduk hikmat pada layar HP/BB. Di tempat kerja, di bis, di ruang tunggu, pada saat makan, sebelum tidur, ketika bangun tidur, sambil berjalan, ketika berkumpul dengan keluarga..... HP/BB di mana-mana, di segala tempat, di segala suasana, di segala kesempatan!

Apa benar HP/BB memudahkan... atau justru memperbudak?

Saya terkesima melihat foto dari salah satu laman baru-baru ini, para Mujahidin Syria yang tengah membaca al-Qur’an saat beristirahat dari peperangan, dengan senjata terletak di sisinya. Lah kita yang hidup di bumi yang aman dan damai, justru menundukkan kepala pada layar HP. Maaf, tidak semua memang, karena saya tahu di luar sana ada orang-orang yang memanfaatkan waktu luang di segala suasana untuk mengakses internet via HP, membaca artikel-artikel yang bermanfaat, ataupun membaca al-Qur’an. Toh smart HP sekarang bisa diisi dengan berbagai aplikasi al-Qur’an dan hadits atapun doa-doa harian yang bermanfaat., atau untuk keperluan bisnis. Hanya saja kebetulan yang saya lihat pemakai HP/BB kebanyakan untuk keperluan yang pertama tadi. Aktivitasnya tak lepas dari ketak-ketik ketak-ketuk.

Maaf, bukan maksud hendak menyindir orang tertentu, atau ingin menggurui. Saya hanya ingin mengungkapkan fenomena penggunaan HP/BB yang menjamur akhir-akhir ini. HP/BB saat ini memang telah menajdi bagian dari gaya hidup. Yang banyak dilupakan para penggunanya bahwa HP/BB dan berbagai gadget lainnya itu hanyalah alat untuk memudahkan komunikasi dan kelancaran kegiatan sehari-hari, bukannya justru memperbudak kita sehingga HP menjadi sangat mengyita waktu dan hanya lepas ketika kita hendak ke kamar kecil atau ketika tertidur. HP/BB memiliki segudang manfaat, yang jika digunakan akan membawa kebaikan yang banyak bagi pemiliknya. Di antaranya karena adanya aplikasi-aplikasi yang saya sebutkan di atas. Bahkan bagi seorang dosen, smart HP bisa digunakan untuk menyimpan presentasi bahan ajar di kelas, jika didukung dengan pico projector wireless. Lebih praktis daripada harus berkeringat memanggul laptop!

Seperti kata orang, hidup adalah pilihan, begitu pula HP. Anda memilih yang mana?

==========
Sebelum lupa, artikel ini juga sekaligus permintaan maaf untuk teman-teman yang terkadang balasan sms-nya sangat terlambat karena saya jarang mengecek hp jika di rumah, atau yang lebih parah lagi sudah lihat tapi karena ngantuk balasannya ditunda sampai besok, eh malah lupa membalasnya


Friday, August 23, 2013

Untukmu Kaum Muslimin, Masihkah Ada Cinta..??



Pesan bagi warga dunia
Pesan bagi organisasi kemanusiaan
Pesan bagi orang yang 'rasa kemanusiaan' masih bermakna baginya
PESAN BAGI KAUM MUSLIMIN YANG MASIH MEMILIKI RASA CINTA KEPADA SAUDARA-SAUDARANYA SESAMA MUSLIM

nilah bukti kebiadaban Syi'ah bashar ashad dan tentaranya.. membunuh anak2 tdk berdosa dg senjata kimia.

Mari bantu saudara2 kita di Syria, minimal dengan do'a.
Semoga Allah memudahkan kaum muslimin yang memiliki kelapangan harta utk berinfaq di jalan Allah membantu kaum Muslimin yang tertindas di Syria dengan menyalurkan bantuannya ke:

1. Misi Medis Suriah
- BCA a/n. Ikrimah: 1691967749
Konfirmasi 0817.40.9691 (boleh konfirmasi, boleh juga tidak)

- Bank MANDIRI KCP Kelapa Gading Bolevar Jakarta a/n. Siti Ana Ravita Laksmi: 1250019692011
Konfirmasi 0813.1490.9000 (boleh konfirmasi, boleh juga tidak)

2. Radio Rodja
Bank Syariah Mandiri (BSM) an yayasan Cahaya Sunnah No.7561616005

3. Peduli Muslim www.pedulimuslim.com/donasi-suriah/


اللهم انصر مسلمين في سوريا
اللهم انصر مسلمين في سوريا
اللهم انصر مسلمين في سوريا
و في كل مكان

'Ya Allah, berikanlah pertolongan kepada kaum muslimin di Syria,
'Ya Allah, berikanlah pertolongan kepada kaum muslimin di Syria,
'Ya Allah, berikanlah pertolongan kepada kaum muslimin di Syria,
dan di tempat-tempat lainnya

Saturday, June 05, 2010

Kenali Agamamu Sebelum Mencela Saudaramu

Bisik-bisik yang berlangsung tidak jauh dariku menarik perhatianku. Mengikuti pandangan dua orang gadis muda pelayan toko swalayan tersebut, kulihat sepasang suami isteri sedang berbelanja. Tidak ada yang salah dari pasangan itu, kecuali bahwa sang isteri memakai pakaian lebar bercadar dengan warna hitam, sedangkan sang suami dengan celana yang tidak isbal (baca: cingkrang) dan berjanggut. Entah karena merasa jengah menark perhatian beberapa orang, atau memang karena sedang terburu-buru dan kebutuhannya telah didapatkan , keduanya pun keluar tidak lama kemudian.

Sikap seperti itu berjangkit hampir di mana-mana. Hanya karena tidak biasa menurut pandangan orang awam, karena ketidaktahuannya akan agama, menyebabkan begitu mudah menilai orang lain, ketika mereka berbeda dengan kebiasaan sebagian besar masyarakat. Padahal kebenaran tidak bergantung pada banyaknya orang yang melakukannya, dan sebaliknya, mereka yang sedikit tidak berarti bahwa mereka adalah orang-orang yang sesat.

Agama Islam saat ini cenderung asing bagi penganutnya sendiri. Satu contoh kecil di atas. Sepasang suami isteri yang mencoba untuk istiqamah melaksanakan sunnah-sunnah Nabi shallallahu alaihi wasallam dengan penampilan luar pakaian keseharian, mendapatkan penilaian miring, pandangan aneh penuh kecurigaan, atau bahkan mengundang ejekan, objek untuk ditertawakan. Seandainya kedua gadis itu tahu ajaran Islam yang sebenar-benarnya, tentu mereka akan merasa malu, memperbincangkan orang lain yang bersungguh-sungguh menjalankan agama bahkan sampai pada penampilan, tegar di tengah pandangan miring dan melecehkan masyarakat, sedangkan mereka sendiri sama sekali tidak memenuhi kewajibannya menutup aurat!

Itu baru contoh kecil. Belum lagi dalam masalah ibadah. Ketika seseorang shalat dengan telunjuk digerakkan saat tahiyat, atau ketika meletakkan sutrah ketika sedang shalat sendirian, dianggap sesuatu yang aneh, dan sebagian yang melihatnya lalu bertanya-tanya pada diri sendiri, “Ini dari aliran mana lagi...?” Jika saja kita merenungkan hadits Nabi shallallahu alaihi wasallam berikut, mungkin kita akan lebih berhati-hati memberikan cap untuk sesuatu yang kita tidakmemiliki pengetahuan tentangnya:


فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي

“Barang siapa yang tidak menyukai sunahku, maka ia bukan termasuk golonganku” (HR Bukhari Muslim)


Jika kita bukan termasuk golongan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, lalu akan berada di mana kita? Padahal tidak satu pun golongan yang selamat kecuali orang-orang yang mengikuti Rasulullah dan para sahabatnya.

Kiranya akan lebih baik sebelum menunjukkan sikap apapun, kita bersikap lebih arif, mengoreksi diri kita. Seberapa jauh kita mengenali dan melaksanakan tuntunan agama, sebelum menjatuhkan penilaian kepada orang lain. Dan saya yakin bahwa kedua gadis remaja dengan pakaian khas penjaga toko yang sedikit ketat itu benar-benar tidak mengetahui, bahwa pakaian sepasang suami isteri itu adalah syar’i, sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Sekali lagi, fenomena yang terjadi di tengah masyarakat menunjukkan betapa agama Islam asing bagi sebagian penganutnya. Sebuah upaya memurnikan agama dari segala bentuk kesyirikan, bid’ah dan kurafat dianggap sebagai fanatik, keras, terbelakang, bahkan sesat. Pada masyarakat, budaya - yang diturunkan dari nenek moyang, justru dipegang teguh, menggantikan kedudukan agama. Ketika seseorang misalnya, menghindari peringatan kematian ke tujuh, empat puluh, dan seterusnya yang bukan bagian dari agama Islam, dianggap tidak bermasyarakat, tidak perduli, egois, dan sekali lagi yang lebih buruk.. sesat! Padahal Allah telah menegaskan di dalam kitabnya:

وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا مَا أَنْزَلَ اللهُ قَالُوا بَلْ نَتَّبِعُ مَا أَلْفَيْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لا يَعْقِلُونَ شَيْئًا وَلا يَهْتَدُونَ /div>

“Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah," mereka menjawab: "(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami". "(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apa pun, dan tidak mendapat petunjuk?" (QS Al-Baqarah : 170).


Alangkah lebih baik untuk segala sesuatu yang berkenaan dengan perkara agama, amal ibadah, kita mulai membiasakan diri untuk bertanya, apakah amalan ini memiliki landasan di dalam agama, yang sumbernya adalah Al-Qur’an dan Sunnah, sebagaimana yang Allah subhanahu wa ta’ala perintahkan di dalam firman-Nya:

فَاسْأَلُواْ أَهْلَ الذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ

“Bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.” (An-Nahl : 43)


Ya, bertanyalah, karena agama ini telah sempurna, dan tidak ada sesuatu yang tidak di atur di dalamnya. Bertanyalah, untuk lebih mengenali agama sebelum memberikan celaan kepada orang lain yang berusaha dengan sungguh-sungguh menjalankan syariat yang agung ini karena ketidaktahuan kita. Sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Qayyim rahimahullah: “Ilmu itu memiliki tujuh tingkatan. Tingkatan yang pertama adalah bertanya dengan adab yang baik.”
Bertanyalah dan mulailah menginstrospeksi diri. Jika kita belum dapat bersikap seperti mereka, orang-orang yang teguh di atas agama berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah, setidaknya kita berusaha ke arah itu, dan menjaga sikap untuk tidak melontarkan hinaan, cemoohan, meski hanya dengan isyarat mata sekalipun, agar kita tidak termasuk orang yang membenci sunnah Rasulullah. Karena sesungguhnya Rasulullah shallalahu alaihi wasallam sendiri telah mengancam kita:


فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي

“Barang siapa yang tidak menyukai sunnahku, maka ia bukan termasuk golonganku” (HR Bukhari Muslim).


Wallahu a’lam.

Friday, June 04, 2010

Facebookholic kah Anda?


Beberapa waktu yang lalu saya ditanya, “Bagaimana ya... keluar dari FB...?” Itu pertanyaan yang tidak sulit untuk dijawab. “Mudah! Tinggal delete akun anda... dalam 14 hari anda akan menghlang selamanya.”

Persoalannya menjadi tidak semudah itu, ketika FB telah menjadi kegemaran, kegiatan keseharian, seolah rutinitas yang jika tidak dilakukan, hari menjadi terasa membosankan. Bahkan bisa jadi layaknya sayur tanpa garam. Sebagian orang menjadi begitu ‘addicted’ dengan FB, bisa jadi ‘Facebookholic. Jika sudah begitu, akan banyak pembenaran yang dilakukan untuk intesitas waktu yang dihabiskan di FB.

“Manfaatnya banyak,” Kata seseorang. Ya, tidak dipungkiri FB memiliki manfaat. Sebut saja di antaranya, dapat menjalin kembali silaturahim dengan teman lama yang sudah puluhan tahun entah di mana rimbanya. Anda bisa menjalin hubungan dengan ribuan bahkan jutaan orang, promosi alias beriklan produk anda dengan gratis, mendapatkan info terkini dari situs-situs kesayangan anda yang juga membuka akun FB. Anda bahkan bisa berdakwah melalui FB. Sebut saja dengan cara ‘reminder’ ayat-ayat Al-Qur’an atau hadits-hadits pilihan, menulis artikel yang bisa langsung dibaca orang lain, dan sebagainya.

Itu jenis manfaat yang bisa didapatkan. Adapun besarnya manfaat yang benar-benar didapat... wallahu a’lam. Anda tidak pernah benar-benar tahu bahwa apa yang anda tulis itu sungguh-sungguh dibaca, dan memberikan pengaruh pada jiwa yang membawa perubahan nyata. Hidayah milik Allah semata... Meskipun tentu saja itu adalah sarana yang efektif untuk menyebarkan dakwah di kalangan para pengguna yang berasal dari berbagai macam latar belakang dan kepentingan. Media penyeberan informasi murah, cepat, dengan jangkauan yang luas.

Alih-alih mendapatkan manfaat, yang terjadi justru banyak hal mudharat yang didapatkan. Pernahkan anda menyadari, tanpa terasa waktu telah berlalu sementara anda sibuk meng-update status, menjawab komentar, menggapprove friends, invitatiion, group, gift, flower ini itu, atau sekedar komentar yang sebenarnya tidak perlu dengan sesama pengguna? FB bahkan bisa menggatikan mesengger sebagai media chatting yang mengasyikkan.

Sebagian orang yang begitu asyik menjadikan FB sebagai sarana pelepas kebosanan, sehingga tanpa menyadari mulai menuliskan sesuatu yang sebenarnya kurang pantas dipublikasikan di depan umum. Mulai dari urusan rumah tangga, pasangan yang menunjukkan romantismenya dengan saling memuji atau menulis sesuatu di status, perdebatan panjang yang terkadang menjadi tidak jelas arahnya. Bahkan ada yang lebih buruk, saling menhina, bahkan menghina para asatidzah. FB menjadi media ngetop, tempat ungkapan perasaan dan suasana hati serta gundah gulana layaknya siaran berita, tempat ‘narsis’, kata seseorang yang tulisannya pernah saya baca.

Nanti dulu... itu belum seberapa. Ada banyak kuis yang menarik. Anda mulai ingin tahu seperti apa diri anda. Jenis hati apa yang anda miliki? Kepribadian seperti siapakah yang anda tampilkan, Aisyah, Khadijah atau...? Akan jadi apa anda 5 tahun mendatang? Siapa inisial jodohmu? Setidaknya itu yang sempat terbaca oleh saya dari update para pengguna.

Walhasil, niat sekedar bercanda atau bermain-main mengusir kebosanan tanpa sadar telah mendekatkan kita pada pintu syirik. Khususnya seperti jenis kuis ramalan.

Belum lagi fasilitas dan kemudahan yang disediakan oleh alat komunikasi (HP) yang memungkinkan FB bisa diakses dimana saja, kapan saja oleh siapa saja. Bukan rahasia lagi kalau Indonesia termasuk negara pengguna HP yang sangat tinggi, bahkan termasuk anak-anak SD. Akibatnya, anak-anak yang belum matang kepribadian, emosi dan pemahamannya, para remaja yang masih labil dan tengah mencari identitas diri, banyak menjadi korban kemudahan FB. Kita lah yang mebuat FB menjadi ‘booming’, sehingga anak-anak kita, adik-adik kita pun ikut-ikutan terjun ke dalamnya, agar tidak dibilang ‘kurang gaul’ alias ketinggalan jaman. .

FB, seperti jejaring sosial lainnya hidup dan meraih keuntungan dari banyaknya penggunanya. Seperti Friendster (FS), My Space, MP dan semisalnya. Kelak jika ada yang baru dan lebih menarik, dia akan tersingkir! Seperti sepinya FS dan jejaring sosial lainnya saat ini.

Sayangnya, FB yang telah meraup begitu banyak keuntungan, termasuk dari jutaan kaum muslimin, tidak memberikan pelayanan yang semestinya. Pengumuman event penghinaan terhadap Rasulullah shallallahu alaihi wasallam itu dibiarkan termpampang selama beberapa waktu. Jika saja dia lebih seperti blog yang hanya dikunjungi orang tertentu atau yang kebetulan nyasar ke sana, mungkin tidak seberapa. Namun menyaksikannya selama beberpa waktu tanpa diminta setiap membuka akun FB, adalah sesuatu yang sangat berbeda, dengan efek yang berbeda pula. Dan bagi saya pribadi, sungguh tidak rela memberikan andil sekecil apapun bagi tumbuh kembangnya sebuah jejaring sosial yang membiarkan penghinaan itu terpampang di depan mata.

Persoalan itu akhirnya bisa diredam dengan diisolirnya page penghinaan tersbut. Yang ini saya kurang tahu, apakah dari pemerintah yang memblokir atau dari manajemen FB sendiri. Namun yang pasti tidak ada jaminan kedepannya tidak akan terjadi lagi... who knows? Bukankah orang-orang kafir dari kalangan yahudi dan nasrani akan selalu saling tolong-menolong dan tidak akan berhenti sampai melihat umat Islam keluar dari agamanya? Dan jika sudah menyangkut hal tersebut, saya tidak menaruh prasangka baik kepada Yahudi. Anda mungkin akan mengatakan saya ‘paranoid’, akan tetapi bukankah Al-Qur’an sendiri telah jelas mengabarkan niat busuk mereka?

FB memang hanyalah media, sebuah sarana yang dapat digunakan untuk kebaikan atau keburukan. Dan sebagaimana media lainnya, dengan segala kemudahannya FB bisa menjadi penyebab hancurnya keimanan seseorang. Penghinaan terbuka terhadap agama, seperti event EDMD, akan langsung memicu kemarahan kaum muslimin, bahkan yang Islam KTP sekalipun. Akan tetapi, serangan tersamar melalui infiltrasi budaya, syubhat, perang pemikiran, teknologi, dan segala kemudahan yang diberikan FB yang membangkitkan sikap ‘permisif’ dan ‘apology’ justru lebih patut diwaspadai. Bukankah Aceh yang begitu gigih bertahan akhirnya jatuh setelah proses infiltrasi yang dilakukan Snouk Hogranye berikut politik adu dombanya?

Pasca EDMD, keluar atau tidak...? Setiap orang memiliki pandangan dan pendirian masing-masing. Anda lebih mengenal diri anda sendiri, mengetahui keinginan anda dan dampak dari sesuatu bagi diri anda, atau apa yang sudah dan anda lakukan dengan akun FB anda. Manfaat kah....? Atau kesia-siaan....?



Friday, April 09, 2010

Ada Apa dengan Kita?


Adalah wajar bagi seseorang yang baru mengenal manhaj Salaf lalu merasa gamang. Gamang, karena baru saja hendak memulai langkah mempelajari agama dengan benar, dengan manhaj yang benar, langsung disuguhi perselisihan antar kelompok orang yang menyatakan dirinya bermanhaj Ahlus Sunnah wal-Jama’ah. Kelompok yang satu mencela kelompok yang lain, kelompok yang itu merasa lebih benar daripada kelompok yang ini. “Jangan mengaji di ustadz fulan atau fulan.... mereka begini dan begitu.” Atau “Jangan bergaul dengan kelompok itu... mereka itu bla bla bla...”

Sebagai seorang yang baru saja memulai, kontan saja hal itu membuat bingung. Masa iya, manhaj yang haq ini, yang berusaha untuk selalu menegakkan hujjah secara ilmiah dalam setiap sendi ibadah, justru menyimpan saling permusuhan bagi orang-orang yang mengaku berpegang kepadanya? Bukankah seharusnya mereka bahu membahu untuk menegakkan dakwah di atas manhaj yang hak ini, karena mereka hanyalah sebagian kecil dari sejumlah besar manusia yang mengaku Muslim? Bahkan hanya kekuatan kecil dalam menghadapi musuh-musuh Islam yang saling tolong-menolong dalam usaha menghancurkan Islam, baik dari dalam maupun dari luar?

Beberapa situs ataupun blog pribadi berisi celaan, cacian bahkan tuduhan sesat pada kelompok tertentu, padahal mereka sama-sama mengajak pada Al-Qur’an dan Sunnah menurut pemahaman salafush shalih. Terlebih apa yang dituduhkan itu terkadang hanyalah disebabkan oleh salah presepsi, karena informasi yang keliru atau tidak utuh, atau atas sesuatu yang bersifat ijtihadiyah, atau hal-hal yang di dalamnya memang terdapat ikhtilaf (perbedaan) bahkan di kalangan para ulama. Wallahu a’lam.

Betapa mudahnya celaan terhadap sesama kaum muslimin, bahkan sesama kelompok yang masing-masing menisbatkan diri dan berpegang kepada manhaj Salaf, dilontarkan, dipublikasikan, sehingga siapapun dapat dengan mudah mengambil informasi itu, baik dari golongan awam yang tidak tahu menahu akan perkara tersebut, sehingga menimbulkan kebencian pada kelompok tertentu, atau oleh musuh-musuh Islam yang bertujuan untuk menghancurkan Islam. Ya sangat mudah... tinggal beberapa klik di google, akan muncul tulisan-tulisan yang berbau tudingan. Orang bisa memenggal, membuang bagian tertentu dan mengambil bagian lain sekehendak hatinya untuk memenuhi tujuannya. Saya khawatir, bahwa cara-cara seperti ini justru kontra produktif. Bukan tidak mungkin sikap kita lah menjauhkan manusia dari dakwah yang penuh berkah ini. Bahkan, kita lebih banyak saling menuding di dalam tubuh sendiri daripada membantah tulisan-tulisan kelompok lain yang benar-benar dan nyata-nyata hendak merusak Islam dari dalam, yang telah mencela dan merendahkan para ulama, bahkan menolak sebagian sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam demi menyebarkan aqidah mereka yang batil.

Merasakan kegalauan akibat perpecahan itu, beberapa tahun silam saya pernah bertanya kepada seorang ustadz ternama, pada sebuah acara radio, yang juga direlay langsung via YM. Menjawab pertanyaan tersebut, al-Ustadz hafizahullah berkata, yang intinya menasihatkan kepada para pemula, orang-orang yang baru mengenal manhaj yang haq ini, untuk tidak ikut terlibat di dalam isu-isu perpecahan tersebut. Beliau menekankan pentingnya untuk menuntut ilmu terlebih dahulu, mengenali kebenaran dari sumbernya, yang dengan ilmu tersebut akan menjadi modal untuk mengenali mana yang benar dan mana yang salah. Jawaban senada juga sempat saya tangkap dari rekaman kajian dua ustadz yang berbeda di tempat yang berbeda pula. Walhamdulillah….

Karena itu saya ingin mengajak diriku sendiri dan kepada saudara-saudariku, khususnya para penulis di media-media blog dan selainnya, agar kita memfokuskan diri kepada apa-apa yang lebih mendatangkan manfaat bagi diri kita sendiri dan semoga juga bagi orang lain. Tidak terburu-buru atau ikut-ikutan menyerang satu kelompok, padahal kita sendiri tidak benar-benar mengenal mereka, akan tetapi hanya informasi sepihak yang didatangkan kepada kita. Seolah-olah kebenaran hanya berasal dari kelompok kita. Bahwa kita hanya bergaul dan bermuamalah dengan kelompok kita, karena apapun yang berasal dari kelompok kita adalah yang paling benar, dan di luar itu salah atau sesat. Bukankah akan lebih baik mendalami ilmu agama yang masih begitu banyak tidak kita ketahui dan pahami, ketimbang menyibukkan diri dengan ikut-ikutan di dalam perdebatan dan isu perpecahan?

Di dunia ini tidak ada satu kelompok pun yang ma’sum, bebas dari kesalahan, kecuali jama’ah para Sahabat yang telah mendapat jaminan dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Karena itu hendaknya loyalitas dan kebencian kita juga hanya didasarkan kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagaimana yang dipahami oleh para salaf, dan bukannya loyalitas dan kebencian itu didasarkan kepada kelompok atau organisasi tertentu. Bukankah dakwah Salaf adalah mengajak manusia untuk kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah sebagaimana yang dipahami oleh generasih awal yang shalih, dan bukannya dakwah menjagak kepada kelompok atau organisasi atau individu tertentu? Sesungguhnya Allah telah mengingatkan kita dalam firman-Nya:

وَلَا تَكُونُوا مِنَ الْمُشْرِكِينَ نَ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ

“…dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.”

Sukahkah kita menjadi orang yang memakan daging saudara sendiri dengan ghibah dan namimah melalui tulisan-tulisan kita, atau yang kita tampilkan, yang bisa dibaca kapan saja oleh siapa saja yang memiliki akses internet?

Dalam Kitab Al-Adzkar bab Menjaga Lisan oleh Imam an-Nawawi, diriwayatkan bahwa seorang laki-laki datang menemui Umar bin Abdul Aziz rahimahullah dan mengatakan sesuatu kepadanya mengenai orang lain. Maka Umar rahimahullah berkata kepadanya: “Jika kau mau, kita akan menyelidiki kasusmu. Jika engkau berbohong, maka engkau adalah salah satu dari orang-orang disebutkan dalam ayat: إِن جَاءكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَأٍ فَتَبَيَّنُوا “…jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka Periksalah dengan teliti…” (QS Al-Hujarat [49] : 6), dan jika engkau menyampaikan kebenaran, maka engkau termasuk dalam ayat: هَمَّازٍ مَّشَّاء بِنَمِيمٍ “yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah,” (QS Al-Qalam [68] : 11). Dan jika engkau mau, kami akan mengabaikan perkara ini.” Maka orang itu berkata: “Abaikan saja, wahai Amirul Mu’minin. Saya tidak akan menyebutkannya lagi.”

Sebuah nasihat yang penuh hikmah dari Asy-Syaikh Abdul Aziz Abdillah Alu Syaikh disampaikan ketika menjawab pertanyaan dari seseorang – yang dapat kita petik pelajaran darinya – sebagai berikut:

Mengambil Ilmu dari Orang yang Di-Jarh (dinukil dari Direktori Islam)

Penanya : Ya Syaikh! Apakah kita mengambil ilmu dari seseorang yang di jarh (cela) wahai

Syaikh? Apakah bisa diambil ilmu darinya?

Pembawa acara : Orang yang bagaimana?

Penanya : Mujarrah (orang yang di cela untuk dijauhi)

Pembawa Acara : Mujarrad ?

Penanya : Mujarrah (orang yang di cela)

Pembawa Acara : Baik, apa pertanyaan anda?

Penanya : Apakah boleh mengambil ilmu dari nya Wahai Syaikh?

Pembawa acara : Baik, siapa yang menjarh orang tersebut

Penanya : Syaikh Rabi

Pembawa acara : Terimakasih.Salam.Hayyakallah.

Penuntut ilmu wahai Samahatusy Syaikh! Tatkala diberitakan kepadanya baik dari yang orang yang dapat dipercaya atau tidak ,bahwa fulan telah di cela (di jarh) atau dilarang untuk diambil ilmu darinya,bagaimana wahai Syaikh?

Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah Alu Syaikh hafidzahullah: Akhi! Perkara seperti ini terkadang adalah hawa nafsu, menjarh manusia,mencelanya terkadang penyebabnya adalah hawa nafsu dan kemaslahatan personal.Dan saya tidak suka memasuki perkara seperti ini.Saya katakan: Thulabul Ilmi diharapkan darinya kebaikan-kebaikan, apabila kita merasakan sesuatu dari kesalahan seseorang, maka berdialoglah jika mungkin, atau kita tanyakan kepada orang yang kita percayai dari kesalahan ini.Adapun menjarh manusia,mencela dan mendeskreditkan dan memilah manusia dengan (mengatakan) orang ini tidak pantas dan ini baik,maka kebanyakan dari perkara seperti ini adalah hawa nafsu, mencela seorang muslim adalah kefasikan ,dan menghormati martabat seorang muslim adalah wajib.

Pembawa acara : Jazaakumullah khair Samahatus Syaikh



Sumber video suara dan gambar selengkapnya :moftie (size 1,5 mB) , acara tanggal 1 januari 2010.

Wallahu ta'ala a'lam


Monday, February 08, 2010

Cinta yang Sesungguhnya


Awal Februari, selalu saja ramai dengan artikel tentang valentine. Tulisan ini tidak bermaksud membahas valentine, toh sudah cukup banyak dibahas oleh mereka yang mempunyai ilmu lebih dengan sangat jelas. Jadi tentunya sebagian besar kita sudah mafhum keburukan valeninte. Bagi yang belum paham, saya menganggapnya sebagai musibah. Semoga Allah menunjuki kita semua ke jalan hidayah.

Menyebut kata valentine selalu saja mengingatkanku kepada Bapak, semoga Allah merahmatinya. Bukan karena di rumah ada perayaan valentine, tidak! Tetapi lebih pada sesuatu yang dulu kuanggap sebagai pengalaman buruk, kemudian seiring perjalanan waktu menjadi pengelaman yang lucu dan mengesankan, hingga akhirnya kupahami sebagai bukti cinta yang sesungguhnya dari seorang bapak.

Lingkungan tempat aku dibesarkan, warganya sangat akrab satu sama lain. Anak-anaknya –anak lorong kami biasa menyebut diri kami- berteman sejak kecil layaknya saudara. Tumbuh bersama sejak masa kanak, sebagian lagi ketika mulai menginjak remaja, membuat keakraban diantara kami seolah tanpa batas. Selalu mengadakan kegiatan bersama, camping, wisata, kerja bakti, olah raga di pagi hari, atau sekedar mengumpulkan uang untuk masak dan makan bersama di rumah salah seorang diantara kami.


Hingga masuk ke bulan Februari, lupa tepatnya tahun berapa, yang jelas kejadiannya bertahun-tahun yang lalu. Waktu itu valentine adalah sesuatu yang baru dan benar-benar nge-trend di kalangan anak muda, bahkan di kota kecil seperti Kendari. Padahal jujur, sebagian besar (termasuk aku sendiri saat itu) tidak mengerti apa arti valentine. Persiapan pesta ada dimana-mana. Di sekolahku (SMP), teman-teman ramai membuat kartu berwarna merah jambu dengan berbagai pernik untuk diberkan kepada teman-teman lainnya.

Anak lorong pun tak ketinggalan. Karena kedekatan kami, sebagian diantara kami lalu punya ide untuk membuat pesta malam valentine. Bukan seperti pesta valentine di kota-kota besar, hanya sebuah pesta kecil dari kami untuk kami, untuk mempererat ikatan persaudaraan dan kekerabatan diantara kami. Jadilah itu keputusan yang disepakati penuh anak lorong segala umur (kecuali yang di bawah 14 tahun), bahkan didukung sebagian orang tua. Hingga kami pun mulai mengumpulkan uang untuk pesta nanti.

Pulang ke rumah, aku dan saudara-saudaraku yang lain dengan semangat bercerita kepada Bapak, seperti kebiasaan kami. Tak dinyana Bapak malah marah besar. “Tidak ada pesta valentine! Tidak ada yang boleh ikut kegiatan apapun yang berhubungan dengan valentine!” Saking marahnya, Bapak lalu mendatangi para orang tua lainnya menyatakan keberatannya, menjelaskan buruknya valentine dan mengajak para orang tua untuk membatalkan acara itu. Namun karena para orang tua lainnya menganggap itu hanya acara biasa anak-anak, bukan pesta ‘mengerikan’ seperti yang terdapat di surat kabar atau media tv, mereka tetap mendukungnya. Walhasil, Bapak hanya sendirian, dan ultimatum tetap berlaku. Tidak ada anaknya yang boleh ikut valentine, tidak juga menyumbang untuk acara serupa!

Buatku dan saudaraku, yang dikurung dalam rumah sejak magrib, malam itu adalah malam yang paling menyedihkan. Kami hanya bisa mendengar tawa riang teman-teman yang berpesta, atau sekedar mengintip dari jendela. Butuh waktu untuk bisa tersenyum lagi pada Bapak – yang saat itu kami anggap sangat kejam – itu pun setelah disogok dengan berbagai macam perhatian.

Tahun-tahun telah berlalu sejak kejadian itu, mengingatnya justru membuat tertawa. Lucu juga, gadis-gadis kecil di kurung di kamar dengan sedu sedan, sementara suara semarak pesta di sebelah rumah benar-benar membuat diri merasa menjadi anak yang paling malang di dunia.

Kini, setelah Bapak kembali kepada Rabbnya, yang teringat adalah rasa haru. Benarlah perkataan bahwa seseorang baru akan merasa sesuatu itu sangat berarti ketika dia kehilangan. Mengingat kejadian itu lagi, yang ada adalah rasa syukur. Bersyukur memiliki seorang Bapak yang penuh cinta, yang menunjukkan kecintaan kepada anak-anaknya, tidak dengan hadiah, tidak dengan kata-kata lembut penuh cinta, tapi dalam bentuk yang tegas, menjauhkan anak-anaknya dari sesuatu yang jelas mudharatnya. Tidak saja karena perayaan itu bentuk tasyabuh bil kuffar yang diharamkan, namun juga karena di dalamnya terdapat banyak maksiat. Sebuah pelajaran akan keteguhannya memegang prinsip, tetap tegar meskipun dia hanya sendirian.

Betapa banyak diantara kita yang beranggapan, bahwa bukti cinta orang tua adalah ketika orang tua menuruti segala kemauan anaknya, memberikan kebebasan, meski terkadang mereka tahu itu membahayakan mereka, tidak berdaya ketika anaknya terus merengek atau merajuk. Padahal justru sikap permisif ini yang membuat anak lebih leluasa terjerat ke dalam hal-hal yang merusak hidup dan agamanya. Di sisi lain, orang tua yang membatasi ruang gerak anaknya justru dianggap kejam dan otoriter, padahal sikap itu tidak lain untuk menjauhkan anaknya dari kemudharatan.

Berada dalam kelompok manakah kita? Masing-masing kita sendiri lah yang paling tahu jawabannya. Semoga Allah menolong kita untuk teguh di atas agama-Nya yang haq, meskipun hanya sendirian.


Diposting ulang dari My Solitaire@multiply dengan perubahan judul.

Thursday, January 07, 2010

Hati-Hati terhadap Makanan dan Obat-Obatan


Bagi anda yang suka mengkonsumsi makanan instan, terlebih lagi yang saat ini bermukim di luar negeri, yang sangat sulit untuk memilih makanan yang halal berdasarkan bahan yang terkandung dalam setiap produk. Daftar E berikut ini akan memudahkan anda untuk memilih jenis bahan makanan yang halal (berdasarkan ingredients yang tercantum pada label makanan), yang berdasarkan pengalaman tinggal di negeri asing (non muslim) sangat bermanfaat untuk memilih makanan yang halal.

Tips: Tuliskan jenis E yang jelas keharamannya atau masih samar (syubhat) pada secarik kertas kecil dan masukkan ke dalam dompet anda. Hal ini akan memudahkan anda untuk mengecek setiap jenis "ingredients" yang terdapat pada label bahan manakan, apakah ada enzim yang termasuk haram atau syubhat, agar anda selamat dari jenis makanan tersebut. Semoga bermanfaat!

Kode ENamaDeskripsiStatus kehalalan
E100Curcumin (C.1. 75300) PewarnaHalal jika dalam bentuk murninya
E101Riboflavin (Lactofavin, Vitamin B2)PewarnaHalal jika diperleh melalui sintetis kimia, syubhat jika diperoleh dari hasil fermentasi karena tergantung kepada status kehalalan media fermentasi yang digunakan
E102Tartrazine PewarnaHalal
E104Quinoline Yellow (C.I. 47005)PewarnaHalal
E110Sunset Yellow FCF/Orange Yellow SPewarnaHalal
E120Cochineal/Carminic acid PewarnaHalal jika dalam bentuk powder, jika dalam bentuk cair tergantung kepada pelarut yang digunakan. Hal ini berlaku bagi semua jenis pewarna dalam bentuk cair.
E122Carmoisine/Azorubine (C.I. 14720)PewarnaHalal
E123Amaranth (C.I. 16185;FD and C Red 2)PewarnaStatus kehalalannya tergantung kepada status keamanannya karena di Amerika bahan ini dilarang digunakan. Jika membahayakan kesehatan manusia maka haram digunakan
E124Ponceau 4R/Cochineal Red A (C.I. 16255)PewarnaHalal
E127Erythrosine BS (C.I. 45430; FD and C Red 3)PewarnaHalal
E128Red 2G (C.I. 18050) PewarnaHalal
E129Allura Red AC (C.I. 16035; Food Red 17; FD and C Red 40) PewarnaHalal
E131Patent Blue V (C.I. 42051)PewarnaHalal
E132Indigo Carmine/ Indigotine (C.1. 73015; FD and C Blue 2) PewarnaHalal
E133Brilliant Blue FCF (C.I. 42090; FD & C Blue 1) PewarnaHalal
E140Chlorophyll (C.I. 75810) PewarnaHalal jika solven yang ada dalam ekstrak klorofil berada pada konsentrasi dibawah batas yang diizinkan. Jika dalam bentuk kering, kehalalannya tergantung kepada adanya bahan tambahan lain didalam bubuk klorofil
E141Copper Complex of ChlorophyllPewarnaHalal dengan catatan seperti pada E140
E142Green S/ Acid Brilliant Green BS (Food green S: Lissamine green; C.I 44090) PewarnaHalal
E150Caramel
E150a Plain caramel
E150b Caustic sulphite caramel
E150c Ammonia caramel
E150d Sulphite ammonia caramel
PewarnaHalal
E151Black PN/Brilliant Black BN (C.I. 28440)PewarnaHalal
E153Carbon Black/ Vegetable Carbon (Charcoal)PewarnaHalal jika seluruhnya berasal dari tanaman, syubhat jika berasal dari tulang hewan, tergantung jenis hewan dan cara penyembelihannya
E154Brown FKPewarnaHalal
E155Brown HTPewarnaHalal
E160aAlpha, Beta, Gamma-Carotene (C.1. 75130)PewarnaHalal dalam bentuk murninya, akan tetapi secara komersial karoten berstatus syubhat karena kebanyakan karoten berada dalam suatu matriks karena karoten sendiri mudah rusak karena oksidasi. Oleh karena itu kehalalan karoten juga ditentukan oleh kehalalan matriks yang digunakan, salah satu matriks yang dapat digunakan adalah gelatin.
E160bAnnatto, Bixin, Norbixin (C.1 75120; Orlean; Rocou) PewarnaHalal dalam bentuk murninya, akan tetapi secara komersial berstatus syubhat karena kehalalannya tergantung kepada bahan lainnya yang ditambahkan, jika dalam bentuk emulsi tergantung kepada emulsifier yang digunakan, jika dalam bentuk terenkapsulasi tergantung kepada enkapsulan yang digunakan
E160cCapsanthin/Capsorubin (Paprika extract;Oleoresin)Pewarnasda
E160dLycopene Pewarnasda
E160eBeta-apo-8-carotenal (C30; ?-8�-apocarotenal)Pewarnasda
E160fEthyl ester of Beta-apo-8-carotenoic acid (C30) Pewarnasda
E161aFlavoxanthin (C.I. 75135)Pewarnasda
E161bLutein (C.I. 75135) Pewarnasda
E161cCryptoxanthin (C.I. 75135)Pewarnasda
E161dRubixanthin (C.I. 75135) Pewarnasda
E161eViolaxanthin (C.I. 75135)Pewarnasda
E161fRhodoxanthin (C.I. 75135)Pewarnasda
E161gCanthaxanthin (C.I. 75135)Pewarnasda
E162Beetroot Red/ Betanin, BetanidinPewarnaHalal
E163Anthocyanins PewarnaHalal dalam bentuk murninya, akan tetapi secara komersial biasanya dalam bentuk terenkapsulasi. Enkapsulan yang digunakan masih perlu dicek kehalalannya walaupun kecil kemungkinan menggunakan gelatin, kecuali jika pembuatannya melibatkan proses koaservasi dimana gelatin biasa digunakan dalam enkapsulasi dengan cara koaservasi.
E170Calcium Carbonate (Chalk)Pewarna-Inorganik Halal jika berasal dari karang, syubhat jika berasal dari tulang binatang
E171Titanium Dioxide (C.1. 77891)Pewarna-anorganik Halal
E172Iron Oxides, iron hydroxides yellow/brown-C.1. 77492; red: 7491; brown: 77499)Pewarna-anorganik Halal
E173Aluminium (C.1. 77000) Pewarna-anorganik Halal
E174Silver (C.1. 77820) Pewarna-anorganik Halal
E175GoldPewarna-anorganik Halal
E180Pigment Rubine/ Lithol Rubine BK (C.1. 15850)Pewarna-anorganik Halal
E200Sorbic Acid Pengawet Halal
E201Sodium Sorbate Pengawet Halal
E202Potassium Sorbate Pengawet Halal
E203Calcium Sorbate Pengawet Halal
E210Benzoic Acid Pengawet Halal
E211Sodium Benzoate Pengawet Halal
E212Potassium Benzoate Pengawet Halal
E213Calcium Benzoate Pengawet Halal
E214Ethyl 4-hydroxybenzoate Pengawet Halal
E215Ethyl 4-hydroxybenzoate, Sodium SaltPengawet halal
E216Propyl 4-hydroxybenzoate Pengawet Halal
E217Propyl 4-hydroxybenzoate, Sodium SaltPengawet Halal
E218Methyl 4-hydroxybenzoate Pengawet Halal
E219Methyl 4-hydroxybenzoate, Sodium SaltPengawet Halal
E220Sulphur Dioxide Pengawet Halal
E221Sodium Sulphite Pengawet Halal
E222Sodium Hydrogen Sulphite Pengawet Halal
E223Sodium Metabisulphite Pengawet Halal
E224Potassium Metabisulphite Pengawet Halal
E226Calcium Sulphite Pengawet Halal
E227Calcium Hydrogen SulphitePengawet Halal
E230Biphenyl/Diphenyl Pengawet Halal
E2312-Hydroxybiphenyl Pengawet Halal
E232Sodium Biphenyl-2-yl-OxidePengawet Halal
E2332-(thiazol-4-yl) BenzimidazolePengawet Halal
E234NisinPengawet Syubhat, tergantung kepada kehalalan media yang digunakan dalam pembuatan nisin secara fermentasi
E239Hexamine Pengawet Halal
E249Potassium Nitrate Pengawet Halal
E250Sodium Nitrite Pengawet Halal
E251Sodium Nitrate Pengawet Halal
E252Potassium Nitrate (Saltpetre)Pengawet Syubhat. Halal jika berasal dari karang mineral, haram jika berasal dari limbah hewan haram atau hewan yang tidak disembelih secara Islami.
E260Acetic Acid Miscellaneous-Asam Halal asalkan bukan berasal dari vinegar yang dibuat dari minuman beralkohol
E261Potassium Acetate Miscellaneous-Asam Halal
E262Potassium Hydrogen DiacetateMiscellaneous-Asam Halal
E263Calcium Acetate Miscellaneous-Asam Halal
E270Lactic Acid Miscellaneous-Asam Syubhat, tergantung kepada kehalalan media yang digunakan dalam pembuatan asam laktat secara fermentasi
E280Propionic Acid Pengawet-Asam Syubhat, tergantung kepada kehalalan media yang digunakan dalam pembuatan asam propionat secara fermentasi
E281Sodium Propionate Pengawet-Asam Syubhat, tergantung kepada kehalalan media yang digunakan dalam pembuatan asam propionat secara fermentasi
E282Calcium Propionate Pengawet-Asam Syubhat, tergantung kepada kehalalan media yang digunakan dalam pembuatan asam propionat secara fermentasi
E283Potassium Propionate Pengawet-Asam Syubhat, tergantung kepada kehalalan media yang digunakan dalam pembuatan asam propionat secara fermentasi
E290Carbon Dioxide Miscellaneous Halal
E296Malic acid (DL- or L-) Pengasam Halal
E297Fumaric acid Pengasam Syubhat, tergantung kehalalan media yang digunakan dalam produksi asam fumarat secara fermentasi
E300L-Ascorbic Acid (Vitamin C)Antioksidan-Vitamin C Halal, akan tetapi jika diperoleh melalui fermentasi maka kehalalannya tergantung kepada kehalalan media yang digunakan
E301Sodium-L-Ascorbate Antioksidan-Vitamin C dan turunannyaHalal
E302Calcium-L-Ascorbate Antioksidan-Vitamin C dan turunannyaHalal
E304Ascorbyl Palmitate Antioksidan-Vitamin C dan turunannyaSyubhat, tergantung kepada asal asam palmitat, bisa berasal dari minyak nabati (halal) atau lemak hewani (kebanyakan secara komersial haram karena bisa lemak babi atau lemak hewan yang tidak disembelih secara Islami)
E306Natural Extracts rich in TocopherolsAntioksidan-Vitamin E Halal
E307Synthetic Alpha-TocopherolAntioksidan-Vitamin E Halal
E308Synthetic Gamma-TocopherolAntioksidan-Vitamin E Halal
E309Synthetic Delta-TocopherolAntioksidan-Vitamin E Halal
E310Propyl Gallate Antioksidan-lainnya Halal
E311Octyl Gallate Antioksidan-lainnya Halal
E312Dodecyl Gallate Antioksidan-lainnya Halal
E320Butylated Hydroxyanisole (BHA)Antioksidan-lainnya Halal dalam bentuk murninya, akan tetapi secara komersial biasanya berada dalam suatu carrier yang bisa halal jika minyak nabati sebagai carriernya dan haram jika lemak hewani atau mengandung lemak hewani sebagai carriernya
E321Butylated Hydroxytoluene (BHT)Antioksidan-lainnya Halal dalam bentuk murninya, akan tetapi secara komersial biasanya berada dalam suatu carrier yang bisa halal jika minyak nabati sebagai carriernya dan haram jika lemak hewani atau mengandung lemak hewani sebagai carriernya
E322Lecithins Pengemulsi dan Penstabil Syubhat. Secara komersial lesitin yang digunakan dalam pengolahan berasal dari kedele, akan tetapi jenis lesitin ini banyak, ada yang dalam bentuk lesitin yang belum dimodifikasi, ada yang sudah dimodifikasi. Ada lesitin yang diperoleh melalui fraksinasi menggunakan etanol dan etanolnya tersisa cukup banyak pada hasil akhir. Ada jenis lesitin yang dalam pembuatannya melibatkan enzim fosfolipase A yang berasal dari pankreas babi. Sayang sekali secara komersial semua jenis lesitin disebut lesitin saja, tidak mencirikan apakah lesitin asli yang belum dimodifikasi atau yang sudah dimodifikasi.
E325Sodium Lactate Miscellaneous-Garam dari Asam LaktatSyubhat, tergantung kepada kehalalan asam laktat yang digunakan dalam pembuatannya
E326Potassium Lactate Miscellaneous-Garam dari Asam LaktatSyubhat, tergantung kepada kehalalan asam laktat yang digunakan dalam pembuatannya
E327Calcium Lactate Miscellaneous-Garam dari Asam LaktatSyubhat, tergantung kepada kehalalan asam laktat yang digunakan dalam pembuatannya
E330Citric Acid Miscellaneous Syubhat, tergantung kepada kehalalan media yang digunakan dalam pembuatan asam sitrat secara fermentasi
E331Sodium Citrates Miscellaneous Syubhat, tergantung kepada kehalalan asam sitrat yang digunakan dalam pembuatannya
E332Potassium Citrates Miscellaneous Syubhat, tergantung kepada kehalalan asam sitrat yang digunakan dalam pembuatannya
E333Calcium Citrates Miscellaneous Syubhat, tergantung kepada kehalalan asam sitrat yang digunakan dalam pembuatannya
E334Tartaric Acid Miscellaneous Syubhat, kebanyakan asam tartarat berasal dari hasil samping industri wine sehingga yang diperoleh dari industri wine ini statusnya haram. Ada kemungkinan asam tartarat diperoleh dari asam jawa (tamarind), jika berasal dari asam jawa statusnya halal. Tidak tertutup kemungkinan merupakan hasil sintesis.
E335Sodium Tartrate Miscellaneous Syubhat, tergantung kehalalan asam tartarat yang digunakan dalam pembuatannnya.
E336Potassium Tartrate (Cream of Tartar)Miscellaneous Haram jika diperoleh dari hasil samping industri wine dan kebanyakan berasal dari hasil samping industri wine ini. Syubhat jika hasil reaksi dengan bahan dasar asam tartarat, tergantung kehalalan asam tartarat yang digunakan dalam pembuatannnya.
E337Potassium Sodium TartrateMiscellaneous Syubhat, tergantung kehalalan asam tartarat yang digunakan dalam pembuatannnya.
E338Orthophosphoric Acid (Asam fosfat)Miscellaneous Halal
E339aSodium dihydrogen orthophosphateMiscellaneous Halal
E339bDisodium hydrogen orthophosphateMiscellaneous Halal
E339cTrisodium hydrogen orthophateMiscellaneous Halal
E340(a)Potassium dihydrogen orthophosphate (monoPotassium phosphate;MKP)Emulsifying salt, miscellaneousHalal
E340(b)diPotassium hydrogen orthophosphate (diPotassium phosphate; DKP; Potassium phosphate dibasic)Emulsifying salt, miscellaneousHalal
E340(c)triPotassium orthophosphate (diPotassium phosphate; DKP; Potassium phosphate tribasic; triPotassium monophosphate) Emulsifying salt, miscellaneousHalal
E341Calcium Phosphates Miscellaneous Halal
E350 Sodium malate Buffer, seasoning agent Halal
Sodium hydrogen malateBufferHalal
E351Potassium malate BufferHalal
E352 Calcium malate Buffer, firming agent, seasoning agentHalal
Calcium hydrogen malateFirming agent Halal
E353Metatartaric acid Sequestrant (pengkelat) Syubhat karena dibuat dari asam tartarat dimana status asam tartarat adalah syubhat
E355Adipic acid (Hexanedioic acid)Miscellaneous Halal
E363Succinic acid Pengasam, buffer, senyawa penetralHalal
E3701,4-Heptanolactone Pengasam, pengekelat Halal
E375Nicotinic acid Vitamin, Pelindung warna Halal
E380Triammonium citrate (Citric acid triammonium salt; Ammonium citrate tribasic) Miscellaneous Syubhat, tergantung pada kehalalan asam sitrat yang digunakan dalam pembuatannya
E381Ammonium ferric citrate (Ferric ammonium citrate) Suplemen besi Syubhat, tergantung pada kehalalan asam sitrat yang digunakan dalam pembuatannya
E381Ammonium ferric citrate, greenSuplement besi Syubhat, tergantung pada kehalalan asam sitrat yang digunakan dalam pembuatannya
E385Calsium disodium EDTA Pengkelat Halal
E400Alginic Acid Pengemulsi dan Penstabil Halal
E401Sodium Alginate Pengemulsi dan Penstabil Halal
E402Potassium Alginate Pengemulsi dan Penstabil Halal
E403Ammonium Alginate Pengemulsi dan Penstabil Halal
E404Calcium Alginate Pengemulsi dan Penstabil Halal
E405Propane-1,2-Diol Alginate (Propylene glycol alginate; alginate ester) Pengemulsi dan Penstabil Halal
E406AgarPengemulsi dan Penstabil-gum tumbuhanHalal
E407Carrageenan Pengemulsi dan Penstabil-gum tumbuhanHalal
E410Locust Bean Gum (Carob Gum)Pengemulsi dan Penstabil-gum tumbuhanHalal
E412Guar Gum Pengemulsi dan Penstabil-gum tumbuhanHalal
E413Tragacanth Pengemulsi dan Penstabil-gum tumbuhanHalal
E414Gum Acacia (Gum Arabic) Pengemulsi dan Penstabil-gum tumbuhanHalal
E415Xanthan Gum Pengemulsi dan Penstabil-gum tumbuhan lainnyaSyubhat, tergantung kepada kehalalan media yang digunakan dalam pembuatannya secara fermentasi
E416Karaya gum (Sterculia gum, Indian tragacanth)Pengemulsi dan penstabil Halal
E420Sorbitol Gula Alkohol Syubhat, tergantung kehalalan glukosa yang digunakan dalam pembuatannya. Pembuatan sorbitol melibatkan reaksi hidrogenasi glukosa, sedangkan glukosa sendiri dapat diperoleh dari hasil hidrolisis pati dengan menggunakan enzim dimana salah satu enzim yang biasa digunakan yaitu alfa-amilase dapat berasal dari pankreas babi atau sapi. Akan tetapi, alfa-amilase dapat pula berasal dari mikroorganisme.
E421Mannitol Gula Alkohol Halal
E422Glycerol Gula Alkohol Syubhat, haram jika dibuat dari hasil samping industri lemak hewan, halal jika berasal dari hidrolisis minyak nabati atau hasil sintesis dengan bahan dasar propilen yang berasal dari minyak bumi. Gliserol juga dapat diperoleh melalui fermentasi dengan menggunakan gula sebagai bahan baku, kehalalannya tergantung kepada kehalalan media yang digunakan dalam fermentasi tersebut.
E430Polyoxyethylene (8) stearate (polyoxyl 8 stearate)Pengemulsi Syubhat, tergantung kepada status kehalalan asam stearat dalam pembuatannya, bisa berasal dari tanaman (halal) atau hewan (haram jika berasal dari babi atau hewan yang tidak disembelih secara Islami)
E431Polyoxyethylene (40) stearate (Polyoxyl 40 stearate)Pengemulsi Syubhat, tergantung kepada status kehalalan asam stearat dalam pembuatannya, bisa berasal dari tanaman (halal) atau hewan (haram jika berasal dari babi atau hewan yang tidak disembelih secara Islami)
E432Polyoxyethylene (20) sorbitan monolaurate (Polysorbate 20,Tween 20) Pengemulsi Syubhat, tergantung kepada kehalalan asam laurat yang digunakan dalam pembuatannya, akan tetapi kebanyakan asam laurat diperoleh dari minyak kelapa
E433Polyoxyethylene (20) sorbitan mono-oleate (Polysorbate 80,Tween 80) Pengemulsi Syubhat, tergantung kepada kehalalan ester oleat yang digunakan dalam pembuatannya, ester oleat bisa berasal dari tanaman, bisa berasal dari hewan
E434Polyoxyethylene (20) sorbitan monopalmitate (polysorbate 40: Tween 40) Pengemulsi Syubhat, tergantung kepada kehalalan ester palmitat yang digunakan dalam pembuatannya, ester palmitat bisa berasal dari tanaman, bisa berasal dari hewan
E435Polyoxyethylene (20) sorbitan monostearate (Polysorbate 60;Tween 60) Pengemulsi Syubhat, tergantung kepada kehalalan ester stearat yang digunakan dalam pembuatannya, ester stearat bisa berasal dari tanaman, bisa berasal dari hewan
E436Polyoxyethylene (20) sorbitan tristearate (Polysorbate 65; Tween 65)Pengemulsi Syubhat, tergantung kepada kehalalan ester stearat yang digunakan dalam pembuatannya, ester stearat bisa berasal dari tanaman, bisa berasal dari hewan
E440aPectinPengemulsi dan Penstabil-Pektin dan turunannyaHalal
E440bAmidated Pectin Pengemulsi dan Penstabil-Pektin dan turunannyaHalal
E442Ammonium phosphatides (Emulsifier YN)Pengemulsi, penstabil Halal
E450a,b,c Sodium and Potassium Phosphates and Polyphosphates Miscellaneous Halal
E460Microcrystalline/Powdered CellulosePengemulsi dan Penstabil Halal
E461Methylcellulose Pengemulsi dan Penstabil-Selulosa dan turunannyaHalal
E463Hydroxypropylcellulose Pengemulsi dan Penstabil-Selulosa dan turunannyaHalal
E464Hydroxypropyl-Methylcellulose Pengemulsi dan Penstabil- Selulosa dan turunannyaHalal
E465Ethylmethylcellulose Pengemulsi dan Penstabil-Selulosa dan turunannyaHalal
E466Carboxymethylcellulose, Sodium SaltPengemulsi dan Penstabil-Selulosa dan turunannyaHalal
E470Sodium, potassium and Calcium Salts of Fatty Acids Pengemulsi dan Penstabil-Garam atau Ester dari Asam Lemak Syubhat, tergantung kehalalan asam lemak yang digunakan dalam pembuatannya; halal jika asam lemaknya berasal dari tanaman, haram jika berasal dari babi atau hewan yang tidak disembelih secara Islami
E471Mono-and Diglycerides of Fatty AcidsPengemulsi dan Penstabil-Garam atau Ester dari Asam Lemak Syubhat, tergantung kehalalan asam lemak yang digunakan dalam pembuatannya; halal jika asam lemaknya berasal dari tanaman, haram jika berasal dari babi atau hewan yang tidak disembelih secara Islami
E472Various Esters of Mono and Diglycerides of Fatty AcidsPengemulsi dan Penstabil-Garam atau Ester dari Asam LemakSyubhat, tergantung kehalalan asam lemak yang digunakan dalam pembuatannya; halal jika asam lemaknya berasal dari tanaman, haram jika berasal dari babi atau hewan yang tidak disembelih secara Islami
E473Sucrose Esters of Fatty AcidsPengemulsi dan Penstabil-Garam atau Ester dari Asam Lemak Syubhat, tergantung kehalalan asam lemak yang digunakan dalam pembuatannya; halal jika asam lemaknya berasal dari tanaman, haram jika berasal dari babi atau hewan yang tidak disembelih secara Islami
E474Sucroglycerides Pengemulsi dan Penstabil-Garam atau Ester dari Asam Lemak Syubhat, tergantung kehalalan asam lemak yang digunakan dalam pembuatannya; halal jika asam lemaknya berasal dari tanaman, haram jika berasal dari babi atau hewan yang tidak disembelih secara Islami
E475Polyglycerol Esters of Fatty AcidsPengemulsi dan Penstabil-Garam atau Ester dari Asam LemakSyubhat, tergantung kehalalan asam lemak yang digunakan dalam pembuatannya; halal jika asam lemaknya berasal dari tanaman, haram jika berasal dari babi atau hewan yang tidak disembelih secara Islami
E476Polyglycerol esters of polycendensed fatty acids of castor oil (Polyglycerol of polyricinoleate)Pengemulsi, penstabil Syubhat, tergantung kehalalan gliserol yang digunakan dalam pembuatannya
E477Propane-1,2-Diol Esters of Fatty AcidsPengemulsi dan Penstabil-Garam atau Ester dari Asam Lemak Syubhat, tergantung kehalalan asam lemak yang digunakan dalam pembuatannya; halal jika asam lemaknya berasal dari tanaman, haram jika berasal dari babi atau hewan yang tidak disembelih secara Islami
E481Sodium Stearoyl-2-LactylatePengemulsi dan Penstabil-Garam atau Ester dari Asam Lemak Syubhat, tergantung kehalalan asam lemak yang digunakan dalam pembuatannya; halal jika asam lemaknya berasal dari tanaman, haram jika berasal dari babi atau hewan yang tidak disembelih secara Islami
E482Calcium Stearoyl-2-LactylatePengemulsi dan Penstabil-Garam atau Ester dari Asam Lemak Syubhat, tergantung kehalalan asam lemak yang digunakan dalam pembuatannya; halal jika asam lemaknya berasal dari tanaman, haram jika berasal dari babi atau hewan yang tidak disembelih secara Islami
E483Stearyl Tartrate Pengemulsi dan Penstabil-Garam atau Ester dari Asam Lemak Syubhat, tergantung kehalalan asam lemak yang digunakan dalam pembuatannya; halal jika asam lemaknya berasal dari tanaman, haram jika berasal dari babi atau hewan yang tidak disembelih secara Islami
E491Sorbitan Monostearate Pengemulsi dan Penstabil-Garam atau Ester dari Asam Lemak Syubhat, tergantung kehalalan asam stearat yang digunakan dalam pembuatannya, halal jika asam stearat berasal dari minyak nabati dan haram jika asam stearat berasal dari lemak babi atau lemak hewan yang tidak disembelih secara Islami; juga tergantung pada kehalalan sorbitol yang digunakan dalam pembuatannya
E492Sorbitan Tristearate Pengemulsi dan Penstabil-Garam atau Ester dari Asam Lemak Syubhat, tergantung kehalalan asam stearat yang digunakan dalam pembuatannya, halal jika asam stearat berasal dari minyak nabati dan haram jika asam stearat berasal dari lemak babi atau lemak hewan yang tidak disembelih secara Islami; juga tergantung kepada kehalalan sorbitol yang digunakan dalam pembuatannya
E493Sorbitan Monolaurate Pengemulsi dan Penstabil-Garam atau Ester dari Asam Lemak Syubhat, tergantung kepada kehalalan sorbitol yang digunakan dalam pembuatannya
E494Sorbitan Monooleate Pengemulsi dan Penstabil-Garam atau Ester dari Asam Lemak Syubhat, tergantung kehalalan asam oleat yang digunakan dalam pembuatannya, halal jika asam oleat berasal dari minyak nabati dan haram jika asam oleat berasal dari lemak babi atau lemak hewan yang tidak disembelih secara Islami; juga tergantung pada kehalalan sorbitol yang digunakan dalam pembuatannya
E495Sorbitan Monopalmitate Pengemulsi dan Penstabil-Garam atau Ester dari Asam Lemak Syubhat, tergantung kehalalan asam palmitat yang digunakan dalam pembuatannya, halal jika asam palmitat berasal dari minyak nabati dan haram jika asam palmitat berasal dari lemak babi atau lemak hewan yang tidak disembelih secara Islami; juga tergantung pada kehalalan sorbitol yang digunakan dalam pembuatannya
E500Sodium Carbonate/Sodium BicarbonateMiscellaneous-Asam dan Garam: CarbonatHalal
E501Potassium Carbonate/Potassium BicarbonateMiscellaneous-Asam dan Garam: CarbonatHalal
E503Ammonium Carbonate Miscellaneous-Asam dan Garam: CarbonatHalal
E504Magnesium Carbonate Miscellaneous-Asam dan Garam: CarbonatHalal
E507Hydrochloric Acid Miscellaneous-Asam dan Garam: Asam Hidroklorida dan Garamnya Halal
E508Potassium Chloride Miscellaneous-Asam dan Garam: Asam Hidroklorida dan Garamnya Halal
E509Calcium Chloride Miscellaneous-Asam dan Garam: Asam Hidroklorida dan Garamnya Halal
E510Ammonium Chloride Miscellaneous-Asam dan Garam: Asam Hidroklorida dan Garamnya Halal
E513Sulphuric Acid Miscellaneous-Asam dan Garam: Asam Sulfat dan GaramnyaHalal
E514Sodium Sulphate Miscellaneous-Asam dan Garam: Asam Sulfat dan GaramnyaHalal
E515Potassium Sulphate Miscellaneous-Asam dan Garam: Asam Sulfat dan GaramnyaHalal
E516Calcium Sulphate Miscellaneous-Asam dan Garam: Asam Sulfat dan GaramnyaHalal
E518Magnesium Sulphate Miscellaneous-Asam dan Garam: Asam Sulfat dan GaramnyaHalal
E524Sodium Hydroxide Miscellaneous-Asam dan Garam: Asam Sulfat dan GaramnyaHalal
E525Potassium Hydroxide Miscellaneous-Alkali Halal
E526Calcium Hydroxide Miscellaneous-Alkali Halal
E527Ammonium Hydroxide Miscellaneous-Alkali Halal
E528Magnesium Hydroxide Miscellaneous-Alkali Halal
E529Calcium Oxide Miscellaneous-Alkali Halal
E530Magnesium Oxide Miscellaneous-AlkaliHalal
E535Sodium Ferrocyanide Miscellaneous-Garam lainnyaHalal
E536Potassium Ferrocyanide Miscellaneous-Garam lainnyaHalal
E540Dicalcium Ferrocyanide Miscellaneous-Garam lainnyaHalal
E541Sodium Aluminium PhosphateMiscellaneous-Garam lainnyaHalal
E542Edible Bone Phosphate (Bone Meal)Miscellaneous - Anti-Caking AgentsSyubhat, haram jika berasal dari tulang babi atau tulang hewan yang disembelih tidak secara Islami; halal jika berasal dari tulang hewan halal dan disembelih secara Islami; akan tetapi kebanyakan berasal dari impor jadi kemungkinan berasal dari tulang babi dan hewan yang disembelih tidak secara Islami (haram)
E544Calcium Polyphosphates Miscellaneous - Anti-Caking AgentsSyubhat, tergantung pada sumbernya, apakah berasal dari bahan mineral atau dari tulang hewan
E545Ammonium PolyphosphatesMiscellaneous - Anti-Caking AgentsHalal
E551Silicon Dioxide (Silica Salt)Miscellaneous-Garam SilicaHalal
E552Calcium Silicate Miscellaneous-Garam SilicaHalal
E553Magnesium Silicate/Magnesium Trisilicate (Talc)Miscellaneous-Garam SilicaHalal
E554Aluminium Sodium SilicateMiscellaneous-Garam SilicaHalal
E556Aluminium Calcium SilicateMiscellaneous-Garam SilicaHalal
E558Bentonite Miscellaneous-komponen lainnyaHalal
E559Kaolin (Aluminium Silicate)Miscellaneous-komponen lainnyaHalal
E570Stearic Acid Miscellaneous-komponen lainnyaSyubhat, tergantung apakah asam stearat berasal dari minyak nabati atau lemak hewani. Haram jika berasal dari lemak babi atau lemak hewan yang tidak disembelih secara Islami
E572Magnesium Stearate Miscellaneous- komponen lainnyaSyubhat, tergantung kepada kehalalan asam stearat yang digunakan dalam pembuatannya
E575Glucono Delta-Lactone Miscellaneous-komponen lainnyaHalal
E576Sodium Gluconate Miscellaneous-komponen lainnyaHalal
E577Potassium Gluconate Miscellaneous-komponen lainnyaHalal
E578Calcium Gluconate Miscellaneous-komponen lainnyaHalal
E620L-Glutamic Acid Miscellaneous-Penguat FlavorSyubhat, tergantung kehalalan media yang digunakan dalam pembuatan asam glutamat secara fermentasi
E621Monosodium Glutamate (MSG)Miscellaneous-Penguat FlavorSyubhat, tergantung kehalalan media yang digunakan dalam pembuatan asam glutamat secara fermentasi
E622Manopotassium Glutamate Miscellaneous-Penguat FlavorSyubhat, tergantung kehalalan media yang digunakan dalam pembuatan asam glutamat secara fermentasi
E623Calcium Glutamate Miscellaneous-Penguat FlavorSyubhat, tergantung kehalalan media yang digunakan dalam pembuatan asam glutamat secara fermentasi
E627Sodium Guanylate Miscellaneous-Penguat FlavorHalal jika diperoleh melalui sintesis kimia, syubhat jika diperoleh melalui fermentasi karena tergantung kepada kehalalan media yang digunakan dalam fermentasi tersebut
E631Sodium Inosinate Miscellaneous-Penguat FlavorSyubhat, tergantung kepada kehalalan media yang digunakan dalam pembuatannya secara fermentasi, kecuali dibuat dengan cara sintesis kimia bisa menjadi halal
E635Sodium 5-RibonucleotideMiscellaneous-Penguat FlavorSyubhat, tergantung pada kehalalan media yang digunakan dalam pembuatannya secara fermentasi
E636MaltolMiscellaneous-Penguat FlavorHalal
E637Ethyl Maltol Miscellaneous-Penguat FlavorHalal
E900Dimethylpolysiloxane Miscellaneous-Penguat FlavorHalal
E901BeeswaxMiscellaneous-Glazing AgentsHalal dalam bentuk aslinya, jika sudah diputihkan maka kehalalannya tergantung kepada bahan pemutih yang digunakan
E903Carnauba Wax Miscellaneous-Glazing AgentsHalal
E904ShellacMiscellaneous-Glazing AgentsHalal
E905Mineral Hydrocarbons Miscellaneous-Glazing AgentsHalal
E907Refined mycrocrystalline WaxMiscellaneous-Glazing AgentsHalal
E920L-Cysteine hydrochlorideMiscellaneous-Komponen-komponen dalam pembuatan tepungSyubhat; haram jika berasal dari manusia atau hewan unggas yang tidak disembelih secara Islami; jika dibuat dengan cara fermentasi maka kehalalannya tergantung kepada media yang digunakan dalam fermentasi tsb
E924Potassium Bromate Miscellaneous-Komponen-komponen dalam pembuatan tepungHalal
E925Chlorine Miscellaneous-Komponen-komponen dalam pembuatan tepungHalal
E926Chlorine Dioxide Miscellaneous-Komponen-komponen dalam pembuatan tepungHalal
E927Azodicarbonamide Miscellaneous-Komponen-komponen dalam pembuatan tepungHalal


Untuk informasi lebih lengkap silahkan merujuk ke sumber aslinya : http://www.halalguide.info/content/view/407/38/

(tulisan ini pernah dimuat di my solitaire)@multiply