Friday, December 11, 2015

Belajar Merajut dengan Teknik Crochet

Beberapa waktu yang lalu, ada teman yang minta diajari cara merajut (crochet). Sebenarnya merajut dengan menggunakan crochet hook sangat mudah, menurutku lebih mudah dari merajut dengan dua atau lebih jarum knitting (ini karena memang belum benar-benar dicoba secara aerius).

Melalui tulisan ini, saya tidak akan menjelaskan tutorial step by step, akan tetapi hanya berbagi pengalaman dan tips belajar merajut dengan teknik crochet.

Pertama kali belajar sekitar pertengahan 2013 yang lalu melalui youtube. Mulai dari cast on (simpul awal), chain (ch), single crochet (sc), half double crochet (hdc), double crochet (dc), trebel crochet (trc) dan slip slip stitch (ss) termasuk decreasing dan increasing stich. Tutorialnya bisa dibuka link berikut.




Untuk membuat jenis stich lainnya (hdc, dc, trc, ss, dll), bagaimana membalik rajutan (turn), anda tinggal mengunduh video lainnya dari HowcastArtRec atau dari sumber lainnya. Saya memilih video dari sumber di atas karena lebih ringkas, mudah dipahami, dan gambarnya jelas step by stepnya. 

Perlu waktu sekitar 2 hari (di waktu luang) untuk belajar dan membiasakan diri dengam masing-masing jenis stich teraebut. Untuk belajar pertama kali saya hanya punya 1 jarum hook 4/0 (2.5mm) tulip etimo pink, dan beberapa gulung benang katun polos lokal, big ply dan poly.

Hari ke-2 saya mulai mengerjakan proyek pertama dengan pola dari youtube juga.



Anda bisa membuat proyek yang lebih sederhana, misalnya HP case. 

Hari kelima, dompet dengan tali panjang pertamaku sudah siap dipakai. Ini dibuat dengan simpul ch, sc dan dc. Dompet dengan tali selempang panjang ini menghabiskan benang kurang lebih 1,5 gulung


Berikutnya adalah merajut secara melingkar. Tutorialnya juga banyak di youtube. Belajar membuat ring biasa dan magic ring dan langsung praktek membuat kopiah untuk para ponakan. 

Kedua kopiah ini dibuat dari katun polos lokal, memakai jarum hook 1.75mm sehingga hasilnya sangat rapat. Polanya saya ambil (dan dimodifikasi sedikit) dari blog Rajut Merajut Pola ini memakai sistem barat dengan simbol huruf dan angka.

Setelah itu malah jadi ketagihan bikin beberapa macam tas seperti gambar di bawah ini. Tas ini dibikin dengan pola bebas alias suka-suka. Tidak ada pola khusus. 
 Tas dengan aplikasi sulam pita. Tas ini dan yang berikutnya dibuat dari bahan katun big ply.
Mirip dengan yang di atas, tas ini dibuat dengan kombinasi back post dan front post stiches.

Tas ini dibuat dari bahan poly dengan aplikasi Irish crochet bunga matahari. Tas dibuat sebagai media belajar crocodile stich.

Berikutnya mulai belajar membaca diagram. Sistem dengan pola diagram ini jauh lebih mudah daripada pola Barat dengan kode huruf. Apalagi banyak pola rajutan yang cantik dalam Bahasa Jepang dan Rusia tersedia online, jadi biarpun tidak paham bahasanya, hanya dengan melihat pola diagramnya sudah bisa diimitasi. Jika ada kesempatan, insya Allah kali berikutnya akan saya tunjukkan bagaimana membaca diagram. Model diagram ini banyak ditemui dari buku-buku Jepang.

Hasil percobaan pertama dengan membaca diagram seperti taplak di bawah ini.
Doily diameter 30 cm
Taplak dengan diameter 100 cm terbuat dari katun PE putih. Sumber pola online.

Jadi belajar merajut memang BENAR-BENAR MUDAH, tidak perlu pake kursus tertentu, apalagi kalau harus bayar. Kuncinya hanya rajin mencoba, setidaknya itu yang saya lakukan. Hasilnya lumayan, bisa membuat sesuatu untuk dipakai sendiri. Dan bukan tidak mungkin suatu saat nanti menjadi perajut profesional...^^

0 comments:

Post a Comment